By : Heni Purwaningsih
Ku senandungkan syair ini dalam
buih cinta
Ku tatap langit hitam kelam tak
bercahaya
Hanya tersentak cahaya kemerahan di
ujung langit
Cinta,
Ku sambut jemarimu
Dalam alunan doa yang ku panjatkan
Dalam dinginnya malam ku kan dekap
kau dalam kehalalan
Dalam teriknya siang ku dinginkan
kau
Dalam senja ku ajak kau mengarungi
pantai
---------------------------------------
Kebodohannya memilih jalan yang
salah membuatnya berpikir untuk bisa menuju jalan yang tadinya benar. Hanya
karena tragedy dimasa lalu ia mulai berubah. Setelah bertemu dengan seorang gadis
yang sempat tidak sama sekali dikenalnya. Hatinya mulai terbuka dan dapat
menerima energy baik.
Suatu ketika Robi, dikejar oleh
polisi karena tertangkap tangan sedang bertransaksi narkoba dengan temannya.
Namun Tuhan memberikan jalan untuknya kabur. Hingga ia tersesat disalah satu
desa yang tidak pernah ia kenali dan datangi. Di desa tersebut ia bertemu
dengan satu keluarga kecil yang sangat sederhana. Dari situlah ia mulai
membenahi kehidupannya yang kelam. Kehidupan yang membuat Abi dan Umi-nya
angkat tangan melihat tingkah lakunya.
Ia tidak tahu rencana Tuhan kedepan
tapi ia berusaha untuk bertobat walau ia sempat malu karena ia merasa kotor dan
tidak layak tuk menyembah Tuhannya. Aisyah gadis yang membautnya tidak dapat
menolak butir-butir rasa keindahan ikut menuntun segala langkahnya. Ia belajar
banyak dari gadis itu. Tentang kesederhanaan, berbagi dan nilai kehidupan yang
selama ini tidak ia pikirkan sama sekali. Ia hanya menikmati hidup dengan hal
yang tidak bermanfaat.
Kedekatan Aisyah dan Robi ternyata
mengundang amarah Edo, yang memang sudah lama dijodohkan dengan Aisyah, tapi
Aisyah tidak pernah mau. Atas dasar dan alasan apapun. Robi mencoba untuk bisa
menguasai emosinya. Tapi amarah Edo nyatanya lebih besar. Robi di hadapkan pada
situasi yang sulit. Berbagai ancaman dan terror terus saja hilir-mudik
mengancam keselamatan Aisyah dan Pak Omo.
Robi tetap bertekat untuk melindungi
keluarga kecilnya. Sampai suatu ketika ia dan Edo terjalin keributan hebat.
Robi mengalami gagar otak. Ia tidak bisa mengingat akan memori selama satu
bulan terakhir. Hal itu membuat Aisyah terpuruk karena ternyata dirinyapun
sudah mulai terpaut pada diri Robi. Selang beberapa hari topeng Robi terbuka,
polisi terus melacak keberadaannya. Sampai akhirnya pak Omo menemukan
selembaran akan berita itu dan melaporkan kepada polisi bahwa orang yang
dicarinya ada di dalam rumahnya.
Kejadian itu membuat Aisyah
terpuruk. Tidak sampai disitu. Edo masih saja mengganggu kehidupan Aisyah
ditengah kegalauan Aisyah menerima kenyataan bahwa Ibunya memiliki utang yang
begitu besar kepada Edo. Dan jaminan yang ibunya berikan kepada Edo adalah
dirinya. Ia hanya bisa pasrah akan hal itu. Tapi Aisyah tidak akan pernah rela
menikah dengan seorang seperti Edo walaupun dirinya juga pernah jatuh hati pada
Robi yang ternyata buronan paling dicari oleh polisi.
Hari berganti hari terasa berat
dilalui Aisyah. Ia berharap Tuhan akan menjawab segala apa yang ia tanyakan
kepada-Nya.
Disisi lain Robi terus berusaha
untuk mengingat setiap apa yang ia lakukan hingga ia bisa ditangkap oleh
polisi. Hingga layangan tinju tertuju kepadanya.
Akhirnya Robi bisa bebas karena
Abinya menjemputnya. Robi mulai menata kembali. Mencoba melupakan setiap apa
yang pernah terjadi kepadanya. Tapi bayangan gadis itu selalu terngiang-ngiang
dalam pikirannya. Sampai suatu ketika ia teringat bahwa wajah gadis itu sama
persis dengan cinta pertamanya sewaktu ia melakukan kunjungan di SMA tempatnya
sekolah dahulu. Gadis itu adik kelasnya. Dan Tuhan merencanakan semua keindahan
itu.
Sampai pada akhirnya Robi dan Aisyah
dapat bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Walaupun Anam saudara angkat Robi
pernah mencintainya menutupi segala kerahasiaan penuh misteri. Disela-sela hari
bahagia Robi, Anam pergi hanya meninggalkan sepucuk surat. Ia menuliskan ia
mendapatkan beasiswa namun sebenarnya tidak seperti itu. Ia hanya ingin pergi
dan jauh dari apa yang pernah ia saksikan. Dan Anam akhirnya meninggal di tanah
Aceh.

