Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 26 Januari 2012

Segetir Jeritan Terumbu Karang

Kerang tak selamanya mampu bertahan
Terhempas ombak dan badai
Ia hanya terlihat tegar 
dengan tubuh terguncang dan gemetar

Tok
Tok 
Tok
Ia keras, ingin rasanya dapat berlari melawan ombak
Tak ingin selalu terpaku pada emosi air bertekanan 
Ia Lemah tak berdaya 
Hanya diam menopang asa

Kala mentari menyeringai
ceria
Bagi karang itu adalah anugrah
Sedikit bertopang memberikan satu cahaya 
menembus gelora rindu

Diam,
Diam,
Keras,
Keras tubuhnya tak dapat bergerak
Berikan kebebasan
Namun Tuhan menakdirkannya sebagai batu
Seperti kutukan


Namun saat ia merenung dalam malam 
Menitip sedikit asa dalam terumbu-terumbu
Ia tak sendiri
Bertemankan ikan cantik
Walau tak begitu tertarik

Rabu, 11 Januari 2012

Arung Durja

Berhadap cermin hanya dapatku diam
Mempesona melihat bayanganku ku tatap
Namun senyum lebar menjadi arung duka
Aku hanya memakai topeng
Banyanganku bukan wujudku yang sesungguhnya

Ku pandang skat-skat tanganku 
Aliran darah terasa memuncak 
Detir kosong membengkakkan asa 

Mungkin aku dapat mengarungi indahnya jalan 
Penuh peradaian dan kepalsuan 
Tak ada yang pasti di dunia ini
Hanya dua hal yaitu Kehidupan dan kematian 

Oleh Heni Purwaningsih